19 September 2019   08:46 WIB

Pembangunan Agribisnis Ayam Joper Desa Brabowan

Pembangunan Agribisnis Ayam Joper Desa Brabowan

Pembangunan Agribisnis Ayam Joper Desa Brabowan

BLORA. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa - Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) membantu sarana prasarana (sarpras) pengembangan agribisnis ayam joper di Desa Brabowan Kecamatan Sambong.

Sarpras pengembangan agribisnis ayam joper itu diwujudkan dengan pembangunan kandang inseminasi, rumah tetas, rumah potong ayam (RPA), dan pabrik pakan yang mulai dilakukan pada hari Rabu (18/9/2019). Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Hariyanto, SIP, M.Si.

Turut hadir Camat Sambong, Nunik Sulistiyo Herniyati, S.Sos; bersama jajaran Forkopimcam Sambong, Kades Brabowan, Ketua STTR Cepu, dan masyarakat setempat.

Camat Sambong, Nunik Sulistiyo Herniyati, S.Sos, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper dari Kemendesa PDTT ini dilaksanakan oleh masyarakat desa, sehingga tidak melibatkan pihak ketiga.

“Akan ada tiga bangunan, yakni rumah inseminasi ukuran 18x8 meter, rumah tetas 18x8 meter, serta RPA dan pabrik pakan berukuran 6x15 meter, menempati lahan tanah bengkok bondo desa dengan anggaran Rp 235 juta dari Kemendesa PDTT,” ucap Camat Sambong.

Menurutnya, proses pembangunan sarpras ini didampingi dari Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. Diharapkan nantinya sarpras tersebut bisa mendukung pengembangan ternak ayam joper di Desa Brabowan.

“Jadi tiga bangunan ini nanti akan digunakan untuk pembibitan, penggemukan, sampai ayam siap panen, serta dipotong sehingga siap untuk dijual. Pembangunannya diharapkan selesai pada bulan November dan bisa diresmikan penggunaannya,” lanjut Camat Sambong.

Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si, dalam sambutannya meminta agar pelaksanaan pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper ini bisa dilaksanakan dengan baik agar nantinya bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.

“Jika pelaksanaannya baik, pasti pihak Kemendesa PDTT akan senang dan jika mengajukan bantuan lagi biasanya akan dikabulkan. Saya minta kepada Kades agar mengutamakan masyarakat kurang mampu untuk ikut mengelola agribisnis ayam joper ini. Dengan demikian diharapkan bisa ikut menekan angka kemiskinan di Desa Brabowan,” jelas Wakil Bupati.

“Jika sudah selesai, nanti peresmiannya akan kita upayakan agar dihadiri Pak Dirjen atau Pak Sekjen Kemendesa PDTT. Kemarin beliau sudah japri whatsapp saya. Mimpinya Pak Menteri bisa hadir, semoga saja,” lanjut Wakil Bupati.

Menurut Wakil Bupati, pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper ini merupakan program bantuan unggulan dari Kemendesa PDTT. Selain Desa Brabowan, ada satu desa lagi yang menerima bantuan serupa, yakni Desa Blungun, Kecamatan Jepon.

“Laksanakan dengan baik. Jika terlaksanakan dengan baik, bukan tidak mungkin Desa Brabowan akan menjadi tujuan studi banding pengembangan agribisnis ternak ayam joper. Siap-siap saja menerima banyak kunjungan, kuncinya harus sungguh-sungguh,” tegas Wakil Bupati.

Selain melakukan peletakan batu pertama, Wakil Bupati juga melakukan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur dimulainya proses pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper, yang diserahkan kepada Kepala Desa Brabowan, Indarsih.

“Terimakasih atas bantuan Kemendesa PDTT untuk mendukung pengembangan ternak ayam joper ini. Kami dari pihak desa siap mengawal, yang tujuannya tidak lain peningkatan kesejahteraan warga desa. Pengelolaannya akan dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK) melalui BUMDes Sejahtera Desa Brabowan,” kata Indarsih. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)


Info